Seorang pelatih harus selalu jaga image nya ,baik kemampuan tekniknya, phisiknya, maupun sikapnya. Warga akan mengidolakan anda dan mengikuti apa yang kamu ajarkan, katakan, dan secara tidak langsung juga gayanya . Namun demikian , seiring dengan bertambahnya usia seseorang , kemungkinan mulai muncul gangguan pada kelenturannya, kekakuan pada sendi dan lainnya yang dapat saja membuat kemampuan seseorang didalam melakukan teknik karatenya menjadi menurun .
Fenomena ini umum terjadi pada mereka yang sudah mulai memasuki usia senja dan bahkan dapat disaksikan di medsos pada masa kini . Pada masa Sosai masih hidup , hal ini juga sudah saya saksikan dan itu merupakan hal yang semua orang dapat memaklumi nya . Sebagai orang yang juga menjalankan kegiatan ini , perlu lebih mawas diri agar sedapat mungkin di usia senja nanti , kondisi tubuh masih dapat difungsikan secara baik .
Maaf Shihan, saya melihat Shihan kalau berjalan sudah seperti orang tua , kurang tegap lagi seperti dulu , kata sensei Nanang AS kepada saya ketika menanyakan acara Asia Open ke-20 .
Saya berpikir, sungguh berat sekali menjadi seorang instruktur karate, karena meski sudah berusia hampir 76 tahun , masih dituntut harus seperti yang dulu dan masih dianggap belum tua .
Melihat contoh diatas , maka sekali lagi saya harus menyerukan kepada seluruh pelatih agar jangan asal berlatih keras, tetapi Kesehatan tubuh juga perlu diperhatikan agar sedapat mungkin diusia lanjut nanti masih mampu berjalan dengan tegap dan kemampuan Teknik karatenya masih dapat diandalkan .
Memang tidak dapat diprediksi dari awal , namun setelah mengetahui keadaan yang mungkin dapat dialami apabila semakin berusia , maka teruslah merawat diri dengan terapi yang tepat , tidak menggampangkannya atau acuh tak acuh terhadap kondisi tubuh ketika masih muda. Jangan lupa anda terus dituntut oleh pengikutmu agar harus tetap tegap dan mampu memberikan contoh teknik yang baik .
J. B. Sujoto
Ketua Dewan Guru


