Untitled Document






3'RD BINUS OPEN KARATE TOURNAMENT
25 Maret 2007, di Universitas Binus Jakarta

25 Maret 2007, Binus Open ke 3 dilaksanakan di Universitas Binus Jakarta dengan jumlah peserta 75 orang yang terbagi dalam Kelas Bebas Putri, Kelas Bebas Putra, Kelas -65 Kg Putra dan Kelas Senior Putra umur 36 tahun keatas . Peserta selain dari dojo-dojo di Jakarta, juga dari dojo-dojo di Bogor, Bekasi, Cibinong, Medan, Asahan, Semarang, Yogyakarta, Sumbawa Besar, Balikpapan, Solo, Purwokerto dan satu dari Medan Jaya Thai Boxing Yogyakarta (bukan dari Kyokushin). Tujuan dari Binus Open adalah untuk meningkatkan prestasi para atlet muda karate full-contact yang belum berprestasi di tingkat Nasional maupun International . Jadi yang sudah berprestasi tidak diijinkan untuk mengambil bagian dalam forum ini . Dari tahun ketahun, Binus Open menunjukkan peningkatan mutu maupun dalam pelaksanaan . Mereka yang berprestasi di forum ini juga sudah ada yang berprestasi ditingkat Nasional maupun Internasional , antara lain Henry Yudhie dari Binus .


Shihan J.B Sujoto

Di Kelas Bebas Putri :
Noviria Kwee, anggota senior yang sudah absent beberapa kali, muncul dengan sangat perkasa. Lawan satu demi satu disingkirkan dengan pukulan yang dahsyat . Kalau orang tidak memiliki senjata ,sungguh sulit untuk menjatuhkan lawan dalam sistem full-contact . Di final, Endah Istiqomah yang sudah cukup berpengalaman, walaupun juga kewalahan menghadapi pukulannya yang deras , dapat menyimbangi dengan taktik menghindar sehingga tidak sampai harus menderita kekalahan KO . Icha yang biasa bertemu di Final dengan Noviria tidak diperbolehkan mengambil bagian karena sudah berprestasi di tingkat Nasional dan sekarang sedang bersiap-siap untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Wanita ke 6 pada tanggal. 7-8-9 April di Chiba-Jepang .
Di Kelas -65kg Putra :
Sugeng dari STIKUBANK Semarang yang jarang dimunculkan dalam beberapa kali kejuaraan juga menunjukkan keperkasaannya dengan pukulan yang dahsyat . Lawan-lawannya banyak yang bagus , tetapi kewalahan menghadapi pukulannya yang keras dan bertubi-tubi , sehingga banyak di KO kan . Sebetulnya dalam Kelas ini, peserta dari Medan Jaya Thai Boxing juga cukup bagus, tetapi sebelum bertemu dengan Sugeng harus mengundurkan diri karena mengalami patah jari tangan . Di Final Johan dari Binus dapat mengatasi kekerasan pukulan Sugeng, namun tetap harus menyerah kalah dengan angka .
Di Kelas Bebas Putra :
Dalam Kelas ini Augustianto dari Klub Ade Rai Jakarta sudah berpengalaman di forum Nasional maupun International, tetapi belum berhasil mengukir prestasi . Dari awal orang sudah memprediksi dialah yang akan keluar sebagai juara . Di Semi Final berhadapan dengan Ade Harry dari Asahan . Ade Harry makin menunjukkan kemajuan setelah mengikuti beberapa kali Kejuaraan di Nasional maupun Internasional . Namun begitu, dia harus menyerah dengan seniornya yang lebih berpengalaman . DI Final, Augustianto bertemu dengan Philips dari Fit&Fresh BSG Jakarta . Kalau diukur dari power, Philips masih dibawah Augustianto, tetapi dia memiliki teknik yang dapat mengejutkan lawan dengan tendangannya yang tiba-tiba . Banyak lawan sebelumnya dikalahkan dengan teknik-teknik ini, tetapi dengan pengalaman serta kepercayaan diri , akhirnya Augustianto keluar sebagai Juara .
Di Senior Putra umur 36 tahun keatas :
Untuk pertama kali diadakan Kelas umur 36 tahun keatas. Tujuannya supaya para senior tetap disiplin menjalankan latihan walaupun usia semakin bertambah . Dengan tetap menjaga latihan, orang dapat terus memelihara semangat . Semangat ini sangat perlu terutama didalam menjalankan kehidupan sehari-hari , lebih-lebih menghadapi berbagai tekanan hidup . Banyak yang sudah mendaftarkan diri pada awalnya, terpaksa mengundurkan diri karena faktor pekerjaan yang menyita waktunya . Nampak Amidin dari Medan yang pernah menempati posisi ke-6 di Asia Open ke-4 di Hokkaido thn 1990 dan Budi Santoso dari Purwokerto yang pernah menempati posisi ke-3 di Asia Open ke-6 di Nepal thn 1994. Rupanya Panitia tidak memperhitungkan dengan baik faktor ini, sehingga di Kelas ini praktis dikuasai oleh mereka berdua . Lawan-lawan yang sudah senior dan kurang berpengalaman dapat dikalahkan dengan tanpa banyak rintangan, akhirnya yang ditunggu-tunggu terjadi juga yaitu Amidin berhadapan dengan Budi Santoso . Mereka berdua sadar bahwa tidak dapat bertanding dengan berlama-lama karena stamina yang sudah berbeda, sehingga masing-masing ingin menjatuhkan lawan dengan secepat mungkin . Budi yang merasa lebih muda memiliki kombinasi gedan mawashi geri dengan nidan tsuki menyerang dengan bertubi-tubi begitu wasit mengatakan Hajime. Amidin yang tidak menyangka menjadi kelabakan dan hanya bisa mundur . Begitu dapat mengontrol keadaan, Amidin mulai melancarkan Tsuki nya yang dahsyat dan berbalik menekan Budi . Rupanya Budi cepat kehabisan napas dan mulai mundur menghadapi serangan Amidin . Akhirnya Amidin keluar sebagai juara .


HASIL LENGKAP








Depan | Sejarah | Organisasi | Kegiatan

SUARA SHIHAN | Galeri | Dogi | Buku Tamu